Minggu, 29 Januari 2017

CINTA DI UJUNG DUKA CHAPTER 1





"Orang ini aneh sekali..!", hanya kata itu yang bisa di ucapkan Fernandez dalam hatinya saat seseorang marah marah karena kedekatan hubungannya dengan Maria Pedrosa belakangan ini. Setelah di dengarkan secara seksama, ternyata orang ini adalah saudara kandung Maria.
_________________________________________________________________________________

Setahun belakangan ini memang ada begitu banyak masalah yang menerpa Luiz Fernandes dan membuatnya sangat terpukul. Mulai keputusannya mengundurkan diri dari perusahaan Italy tempatnya bekerja, semakin parahnya sakit jantung yang di derita Ibu yang sangat ia sayangi, gangguan mantan isterinya dengan tekanan pada kedua anak anaknya sampai akhirnya kebutaan total mata kiri dari anak bungsunya, Halilintar. 

Tak henti Fernandes meraung dan menangis kala berdoa pada TUHAN nya mengapa semua ini menimpa dirinya. 

"Apa salah dan dosaku ya TUHAN, mengapa harus anakku? Halilintar tersayangku yang tak punya kekuatan ini ya ALLAH?", demikian setiap malam tangisan Fernandes saat bersimpuh di kamarnya.

Tak cukup hanya itu, tak lama kemudian Tim Dokter memberi tahu vonis yang langsung menghantam jantungnya. Halilintar terdiagnosa telah di serang penyakit kanker darah. Fernandes pun menangis sejadi jadinya, tak mampu berkata kata lagi.

"Haruskah aku membenci MU yaaa TUHAN ku karena semua cobaan ini?", ratapnya berguling gulingan di lantai sambil menarik narik rambutnya sendiri.

Dengan tenaga tersisa, uang tabungan yang masih ada dan ketegaran anak sulungnya Toby, Fernandes berjuang membawa Halilintar menjalani pengobatan. Beberapa keluarga turut pula datang mengucapkan rasa prihatin dan memberi sumbangan ala kadarnya. Dihadapan dokter dokter yang menangani anaknya, tak henti ia memohon sambil menangis agar nyawa anaknya terselamatkan... 

Di saat inilah, di saat se-terpuruk inilah Maria Pedrosa, teman masa kecilnya muncul dan menghibur secara pribadi. Maria awalnya datang bersama teman teman satu sekolah waktu di kampung halamannya. Namun, setelah itu beberapa kali Maria datang sendiri, menghiburnya, membantu berbicara dengan perawat perawat di rumahsakit sampai membantu menerjemahkan bahasa medis yang sering di sampaikan oleh team dokter mengenai anak bungsunya itu. Fernandes merasa sangat berterima kasih, dan merasa sangat terbantu karena ketulusan bantuan Maria. 

Maka, ketika akhirnya team dokter memutuskan bahwa Halilintar harus menjalani pengobatan jangka panjang, dan akan di rawat berkali kali di rumah sakit, Fernandes meminta bantuan Maria untuk mencarikan tenaga Personal Care Assistant (Perawat pribadi) untuk Halilintar. Dan diluar dugaan, Maria mengajukan dirinya sendiri. Maria mengatakan bersimpati pada perjuangan Fernandes dan lebih mengejutkan mengatakan....jatuh cinta melihat tanggung jawab yang Fernandes lakoni bukan hanya pada anaknya tapi juga pada Ibunya meski Fernandes sebenarnya punya saudara laki laki yang lain.
"Ehm....ehm..gimana ya?", jawab Luis Fernandes bingung dan kaget dengan pernyataan Maria.

 "Bukannya kamu sudah berkeluarga Maria?", lanjut Fernandes.

"Sudah 2 tahun aku tak lagi berkomunikasi dengan suamiku Luis!..Ini pun aku sedang menjalani proses persidangan perceraian dengan dia!", demikian Maria menjelaskan posisinya pada Fernandes.
"Aku...aku pun telah lama menderita karena harus memperjuangkan anak anakku sendirian! Di tambah lagi harus mendapatkan penganiayaan secara verbal berkali kali selama 16 tahun perkawinan kami", sambil terisak Maria meneruskan keterangannya.

"Duh..!", jujur saja Fernandes pun telah jatuh cinta pada Maria dengan kelembutannya, kebaikannya dan caranya membantu selama ini. Halilintar pun dengan sangat cepat telah begitu dekatnya secara emosi dengan Maria.

"Tapi aku hanya sanggup memberi gaji €280 saja Maria...Apa itu cukup setiap bulannya?", ragu ragu Fernandes melanjutkan percakapan. 
Dengan memandang Fernandes lembut, Maria menjawab, "Luiz,,uang itu hanya membuktikan bahwa aku akan bekerja profesional merawat anakmu. Aku masih tetap bekerja di rumah sakit SLOAN INTERNATIONAL kan?".

"Cuma ada satu syarat yang aku minta kalau boleh Luiz!", Maria melanjutkan sambil menggenggam tangan Fernandes.
"Bantu aku juga menjalani proses perceraianku! Kamu pasti punya banyak teman pengacara yang bisa mengajariku cara paling baik dalam menjalani ini. Aku tak sanggup lagi berlama lama dengan status seperti ini Luiz!"

Fernandes pun kemudian memberi nomor telepon selular teman pengacaranya dan Maria langsung berbicara di telepon.
Begitu menutup telepon, Maria dengan riang langsung beranjak pergi, mengambil tas tangannya dan berujar," Luis sayang...siapkan saja Surat Perjanjian Kerjanya. Aku akan tanda tangani secepatnya".
 
Sepeninggal Maria, Fernandes pun bengong di tempat duduknya. Ia bingung harus memikirkan apa dulu.






BERSAMBUNG.........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar