"Orang ini aneh sekali..!", hanya kata itu yang
bisa di ucapkan Fernandez dalam hatinya saat seseorang marah marah karena
kedekatan hubungannya dengan Maria Pedrosa belakangan ini. Setelah di dengarkan
secara seksama, ternyata orang ini adalah saudara kandung Maria.
_________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________
Setahun belakangan ini memang ada begitu banyak
masalah yang menerpa Luiz Fernandes dan membuatnya sangat terpukul. Mulai
keputusannya mengundurkan diri dari perusahaan Italy tempatnya bekerja, semakin
parahnya sakit jantung yang di derita Ibu yang sangat ia sayangi, gangguan
mantan isterinya dengan tekanan pada kedua anak anaknya sampai akhirnya kebutaan
total mata kiri dari anak bungsunya, Halilintar.
Tak henti Fernandes meraung dan menangis kala
berdoa pada TUHAN nya mengapa semua ini menimpa dirinya.
"Apa salah dan dosaku ya TUHAN, mengapa
harus anakku? Halilintar tersayangku yang tak punya kekuatan ini ya
ALLAH?", demikian setiap malam tangisan Fernandes saat bersimpuh di
kamarnya.
Tak cukup hanya itu, tak lama kemudian Tim Dokter memberi tahu vonis yang langsung menghantam jantungnya. Halilintar terdiagnosa telah di serang penyakit kanker darah. Fernandes pun menangis sejadi jadinya, tak mampu berkata kata lagi.
"Haruskah aku membenci MU yaaa TUHAN ku
karena semua cobaan ini?", ratapnya berguling gulingan di lantai sambil
menarik narik rambutnya sendiri.
Dengan tenaga tersisa, uang tabungan yang masih
ada dan ketegaran anak sulungnya Toby, Fernandes berjuang membawa Halilintar
menjalani pengobatan. Beberapa keluarga turut pula datang mengucapkan rasa
prihatin dan memberi sumbangan ala kadarnya. Dihadapan dokter dokter yang
menangani anaknya, tak henti ia memohon sambil menangis agar nyawa anaknya
terselamatkan...
Di saat inilah, di saat se-terpuruk inilah Maria
Pedrosa, teman masa kecilnya muncul dan menghibur secara pribadi. Maria awalnya
datang bersama teman teman satu sekolah waktu di kampung halamannya. Namun,
setelah itu beberapa kali Maria datang sendiri, menghiburnya, membantu
berbicara dengan perawat perawat di rumahsakit sampai membantu menerjemahkan
bahasa medis yang sering di sampaikan oleh team dokter mengenai anak bungsunya
itu. Fernandes merasa sangat berterima kasih, dan merasa sangat terbantu karena
ketulusan bantuan Maria.
Maka, ketika akhirnya team dokter memutuskan bahwa
Halilintar harus menjalani pengobatan jangka panjang, dan akan di rawat berkali
kali di rumah sakit, Fernandes meminta bantuan Maria untuk mencarikan tenaga
Personal Care Assistant (Perawat pribadi) untuk Halilintar. Dan diluar dugaan,
Maria mengajukan dirinya sendiri. Maria mengatakan bersimpati pada perjuangan
Fernandes dan lebih mengejutkan mengatakan....jatuh cinta melihat tanggung
jawab yang Fernandes lakoni bukan hanya pada anaknya tapi juga pada Ibunya
meski Fernandes sebenarnya punya saudara laki laki yang lain.
"Ehm....ehm..gimana ya?", jawab Luis
Fernandes bingung dan kaget dengan pernyataan Maria.
"Bukannya kamu sudah
berkeluarga Maria?", lanjut Fernandes.
"Sudah 2 tahun aku tak lagi berkomunikasi dengan suamiku Luis!..Ini pun aku sedang menjalani proses persidangan perceraian dengan dia!", demikian Maria menjelaskan posisinya pada Fernandes.
"Aku...aku pun telah lama menderita karena harus memperjuangkan anak
anakku sendirian! Di tambah lagi harus mendapatkan penganiayaan secara verbal
berkali kali selama 16 tahun perkawinan kami", sambil terisak Maria
meneruskan keterangannya.
"Duh..!", jujur saja Fernandes pun telah jatuh cinta pada Maria dengan kelembutannya, kebaikannya dan caranya membantu selama ini. Halilintar pun dengan sangat cepat telah begitu dekatnya secara emosi dengan Maria.
"Tapi aku hanya sanggup memberi gaji €280
saja Maria...Apa itu cukup setiap bulannya?", ragu ragu Fernandes
melanjutkan percakapan.
Dengan memandang Fernandes lembut, Maria menjawab,
"Luiz,,uang itu hanya membuktikan bahwa aku akan bekerja profesional
merawat anakmu. Aku masih tetap bekerja di rumah sakit SLOAN INTERNATIONAL
kan?".
"Cuma ada satu syarat yang aku minta kalau boleh Luiz!", Maria melanjutkan sambil menggenggam tangan Fernandes.
"Bantu aku juga menjalani
proses perceraianku! Kamu pasti punya banyak teman pengacara yang bisa
mengajariku cara paling baik dalam menjalani ini. Aku tak sanggup lagi berlama
lama dengan status seperti ini Luiz!"
Fernandes pun kemudian memberi nomor telepon
selular teman pengacaranya dan Maria langsung berbicara di telepon.
Begitu menutup telepon, Maria dengan riang
langsung beranjak pergi, mengambil tas tangannya dan berujar," Luis
sayang...siapkan saja Surat Perjanjian Kerjanya. Aku akan tanda tangani
secepatnya".
Sepeninggal Maria, Fernandes pun bengong di tempat duduknya. Ia bingung harus memikirkan apa dulu.
BERSAMBUNG.........

Tidak ada komentar:
Posting Komentar